• Maret 2008
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Top Artikel

    • Tak ada
  • Kunjungan

    • 71,410 hits
  • PhotoQu

    Pueblo Bonito, Chaco Canyon

    The Aged and the Ageless

    Photonic Symphony

    Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

    Arnhem stationshal

    Lebih Banyak Foto

Lagi, Fatwa GER di Mesir: Cowok dan Cewek Boleh Berciuman!

Ditulis oleh infosyiah di/pada 1, Maret 8, 2008

Lagi, Fatwa GER di Mesir: Cowok dan Cewek Boleh Berciuman!

Fatwa terbaru pemikir Mesir, Jamal Al-Banna terkait dibolehkannya berciuman cowok dan cewek di tempat umum kembali meng-ger-kan kalangan ilmuwan dan agamawan di Mesir.

Menurut laporan Parsineh dengan mengutip televisi Alarabia, Al-Banna menghalalkan ciuman antara anak muda, cowok dan cewek dalam acara talk show di televisi Alsa’ah. Menurutnya, ciuman antara cowok dan cewek yang belum kawin merupakan kelemahan manusia. Dalam Islam, masalah ini dikategorikan kesalahan kecil yang bakal terhapus dengan perubatan baik!

Sambil menjelaskan fatwanya kepda Alarabia, Al-Banna mengatakan, “Kita punya kewajiban untuk mengetahui kenyataan di masa kini yang tidak dapat ditutup-tutupi lagi. Nah kenyataannya, banyak anak-anak muda, cowok dan cewek yang tidak mampu untuk berumah tangga. Padahal, dalam usia demikian banyak faktor luar yang memacu keinginan seks mereka. Sebuah keinginan yang diletakkan oleh Allah SWT kepada manusia.

Jamal Al-Banna menyatakan bahwa kita tidak boleh menganggap remeh masalah ini. Allah tidak mewajibkan kita kecuali semampu kita bisa. Dan fatwa ini tidak berarti mengajak untuk berbuat maksiat. Dia juga mengatakan bahwa banyak faktor-faktor seperti semakin meningkatnya usia perkawinan dan pengangguran yang memunculkan dosa-dosa kecil seperti ciuman ini.

Sebagian ulama al-Azhar menuduh Al-Banna tengah menyebarkan kemaksiatan dengan fatwanya dan meminta agar dia menarik kembali fatwanya.

Tampaknya, munculnya fatwa-fatwa GER seperti ini karena keinginan kuat untuk menyesuaikan agama dengan dunia modern. Sebagai contoh, D.R. Izzat Athiyah Dekan Fakultas Hadis Universitas al-Azhar yang berfatwa, ila ada seorang laki-laki dan wanita dalam sebuah ruangan kantor pemerintah atau swasta dan kondisi mereka menunjukkan duduk dengan orang asing hukumnya adalah haram. Agar tidak terjerumus dalam keharaman, wanita itu bisa menyusui sebanyak lima kali sang pria. Bila itu dilakukan keduanya bisa menjadi muhrim. Keduanya menjadi muhrim untuk keluar dari kondisi keharaman akibat berdua di tempat sepi. Setelah melakukan hal itu, keduanya dapat menikah dan tidak haram.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: